BPR Optimistis Kredit Tumbuh Dua Digit di Tengah Pengaruh Fintech

By Admin 08 Mar 2019, 09:41:35 WIBArtikel

BPR Optimistis Kredit Tumbuh Dua Digit di Tengah Pengaruh Fintech

BANDUNG - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tahun ini optimistis kinerja kredit tumbuh dua digit, melihat potensi baiknya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Ketua Umum DPP Perbarindo Joko Suyanto menyatakan, saat ini jumlah masyarakat yang sudah terhubung dengan BPR mencapai 17 juta rekening. Mayoritas mereka adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah. 

Saat ini, kata dia, outstanding kredit BPR di Indonesia sekitar Rp97 triliun. Pembiayaan BPR juga mayoritas diakses pelaku UMKM. Tahun ini, kinerja BPR optimistis tumbuh dua digit, di atas pertumbuhan industri nasional. 

“Kami optimistis kinerja kami bergerak dan terus tumbuh. Kami targetkan pertumbuhan kredit 10 hingga 15%. DPK juga menyesuaikan,” kata Joko usai Musda VI Perbarindo DPD Jabar dan seminar peran BPR-BPRS mitra UMKM di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (18/2). 

BPR, kata dia, memiliki kelebihan akses hingga nasabah kelas bawah. Beberapa BPR fokus menggarap market di pelosok desa dan kacamatan, di mana perbankan konvensional belum masuk. 

Menurut Joko, maraknya dana tunai dari perusahaan financial technology (Fintech) tidak berpengaruh besar terhadap kinerja BPR. Masing-masing memiliki kelebihan. Nasabah BPR yang mayoritas usaha mikro dan kecil, masih membutuhkan pelayanan tatap muka. “Fintech memang ada pengaruhnya. Tapi kami yakini bahwa BPR punya pangsa yang berbeda dengan fintech. Kami kan fokus membina UMKM ke daerah,” pungkas dia. 

Fintech, kata dia, bisa saja membidik UMKM di daerah, tapi mereka akan terbatas persoalan sustainability. “Kalau kami BPR tak hanya memberi pinjaman, tapi juga melakukan pendampingan,” katanya. 

Dia pun berkeyakinan, BPR ke depan akan terus bertumbuh. Bankir BPR tidak perlu khawatir ketatnya persaingan dengan fintech atau bank konvensional. BPR, kata dia, mestinya bisa bermitra dengan bank konvensional untuk menggarap market bawah. 

Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Aldrin Herwany mengatakan, persaingan bisnis perbankan yang membidik UMKM cukup ketat. Banyak bank besar konvensional juga memiliki fokus besar menggarap sektor ini. 

“Sektor UMKM yang bisa dibidik yaitu pariwisata dan pangan. Dua hal ini saja. Saya yakin kedepannya bisa berkembang. Digitalisasi juga jangan jadi pesaing, tapi jadi partner saja. Sehingga bisa sama-sama berkembang,” kata Aldrin.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook